Dari hasil pantauan dua media lokal Banten dalam sepekan ini (27
Februari-4 Maret 2012), yakni Kabar Banten dan Baraya Post, isu good governance masih menjadi isu yang paling
dominan terbanyak diberitakan, yakni 99
berita (55,61 %) dari total 178berita.
Kemudian disusul dengan isu lingkungan
hidup sebanyak 40 berita (22,47 %), lalu isu kriminal sebanyak 23 berita (12,92 %) berita. sedang yangmenempati
ditingkat paling bawah yaitu isu perempuan
dan/atau anak sebanyak 14 berita (7,86%) dan ham sebanyak 2 berita (1,12%) berita.
Terkait dengan isu good governance yang banyak diberitakan
oleh dua media lokal di Banten, baik Kabar Banten maupun Baraya Post, khususnya
untuk pemberitaan isu lokal di Kabupaten Lebak, dalam hal ini pemilihan kepala daerah
(Pemilukada) menjadi sesuatu yang hangat diberitakan. Seperti apa yang sudah
dilayangkan oleh media, nampak sejumlah bakal calon bupati dan wakil bupati
mulai bermunculan, baik ada yang dari kalangan anggota parpol maupun dari
kalangan para pengusaha, seperti H.Ade
Sumardi (PDIP), H.Suparman SH MSi (Golkar), Sanuji SP (PKS), dan Hj.Iti Oktavia
Jayabaya (Demokrat). Adapun untuk di kalangan para pengusahanya yaitu
H.Sumantri Jayabaya, H.Irja, dan H.Tusnurochmat.Tersebut dikabarkan akan ikut
meramaikan pemilukada yang akan dilaksanakan 2013 mendatang.
![]() |
| Pemangku adat kasepuhan Cisitu, Kec. Cibeber, Kab. Lebak, H.Okri (kiri) berfoto bersama dengan H.Tusnurochmat (kanan) Sumber foto: Dini Hidayat/Kabar Banten |
Meski pemilihan bupati masih
relatif jauh, tampaknya dari masing-masing bakal calon sudah mengambil
ancang-ancang. Hal itu dapat terlihat dari beberapa pemberitaan di media tentang
bagaimana para pendukung dari masing-masing bakal calon memaparkan tentang
sosok pemimpin ideal yang kelak akan bisa membawa perubahan bagi Kabupaten
Lebak. Sebut saja H.Tusnurochmat seorang pengusaha asal Lebak yang dikabarkan
akan maju pada perhelatan perebutan
kursi Lebak 1 yang akan digelar 2013 mendatang, dalam beberapa waktu lalu,
beliau menyempatkan diri untuk berkunjung ke Lebak Selatan (Baksel) untuk
menemui H.Okri Kasepuhan Cisitu, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak. Adapun
maksud dari kedatangan H.Tusnurochmat yaitu untuk bersilahturahmi dan sekalian
meminta restu terkait tentang pencalonannya pada pilbub nanti. Dalam hal ini,
H.Okri menuturkan “Terkait kedatangan
tamu,yang bersilaturahim untuk meminta saran dan pendapat kepada kami (Kasepuhan
Cisitu-red) dalam Pilbup Lebak yang akan di gelar 2013, kami setuju untuk
menjadi bakal calon. Karena selain merupakan orang pertama yang bersilaturahim
dan mau melakukan sharing bagaimana seharusnya pemimpin Lebak kedepan juga
merakyat,”(Kabar Banten, 27 Februari
2012).
Sebagai orang yang hidup
ditengah-tengah masyarakat Lebak, saya melihat bahwa kemampuan memilih pemimpin
dari masyarakat masih sangat lemah, masyarakat masih belum bisa mengikis nuansa
pragmatis dalam pelaksanaan pemilukada. Sistem politik yang dibangun (dengan
kekuatan finansial) seakan menciptakan situasi dimana, masyarakat tidak
mempunyai banyak pilihan, sehingga menimbulkan kesan memilih karena terpaksa.
Seharusnya para media bisa lebih memperhatikan hal yang seperti ini, agar bisa meyakinkan
masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya tanpa harus terpengarui oleh
intervensi dari pihak lain dalam bentuk apapun.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar