Kamis, 22 Maret 2012

Korupsi ‘Borok’ Lama yang Belum Terobati



Berdasarkan dari hasil pemantauan dalam satu minggu ini (13 – 18 Februari 2012) terhadap media lokal Banten, yakni Kabar Banten dan Baraya Post, Good Governance menjadi salah satu isu yang paling banyak diberitakan yaitu 54 berita dari 118 jumlah total berita. Dari kedua media harian tersebut, berita-berita yang disajikan nyaris sama. Hanya penempatan berita  headline saja yang berbeda.

Massa yang tergabung dalam LSM Aliansi Banten (ABM) bersama Satuan Tugas Benteng Rakyat Banten (BRB) berunjuk rasa didepan kantor Kejati Banten. Sumber foto: Tb Moch Ibnu Rushd/Kabar Banten 
Keseriusan Pemerintah Provinsi Banten terhadap pemberantasan korupsi dinilai seperti setengah-setengah. Bagaimana tidak, sampai detik ini kasus tindak pidana korupsi yang banyak dilakukan oleh kalangan para elit politik, sudah semakin marak terjadi. Hampir di semua jajaran pemerintahan baik itu Pemerintahan Daerah (Pemda) ataupun Pemerintah Pusat, tidak lepas dari yang namanya korupsi. Tak jarang, dari sekian banyaknya kasus-kasus korupsi yang terjadi, banyak ditemui kemandekan atau mengendap di Kejaksaan Tinggi (Kejati). Salah satunya adalah yang akhir-akhir ini sedang hangat diberitakan yaitu *Puluhan orang yang tergabung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Banten Menggugat (ABM) bersama satuan tugas Benteng Rakyat Banten (BRB) berunjuk rasa didepan kantor Kejati Banten. Mereka mendesak Kejati Banten menuntaskan dugaan kasus-kasus korupsi yang mengendap di kejaksaan (*Kabar Banten, Jumat 17 Februari 2012). Belum lagi disusul dengan pemberitaan dugaan kasus penyelewengan Kredit Peduli Lebak juga sempat tersiar di media harian Kabar Banten, namun masih dalam proses penyelidikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Rangkasbitung. Dalam hal ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) mendapat apresiasi penuh  dari sejumlah elemen masyarakat terhadap langkah Kejari yang melakukan peninjauan kembali terkait dugaan penyelewengan Kredit Peduli Lebak (KPL) yang bersumber dari APBD Lebak tahun 2006 lalu.

Pengendara mobil menghindari jalan yang mengalami pecah-pecah di jalan poros Desa Harumsari-Pasirhaur. Sumber foto: Harir/Baraya Post 

Sejauh ini, ketanggapan para wartawan baik Kabar Banten maupun Baraya Post dalam sepekan ini masih terfokus pada isu Good Governance. Terutama untuk masalah kasus korupsi. Padahal jika merujuk kepada persoalan lokal yang ada, isu Lingkungan Hidup jauh lebih penting untuk diberitakan. Seperti yang terjadi di Desa Harumsari-Pasirhaur, Kabupaten Lebak. Meski jalannya sudah rusak parah, namun warga sekitar tetap saja menggunakan jalur tersebut. Dengan kondisi seperti itu, tentu saja potensi kecelakaan akan sangat besar terjadi.

Berdasarkan dari hasil pantauan selama satu minggu, korupsi sepertinya sudah menjadi bahasa sehari-hari bagi kalangan media. Hampir di setiap edisi, media lokal Banten menempatkan isu korupsi di halaman depan atau headline. Melihat bagaimana cara penyampaiannya media lokal Banten belumlah baik. Masih banyak kesalahan-kesalahan penulisan yang ditemui dalam pemberitaan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar