Berdasarkan dari hasil pemantauan
dalam satu minggu ini (13 – 18 Februari 2012) terhadap media lokal Banten,
yakni Kabar Banten dan Baraya Post, Good Governance
menjadi salah satu isu yang paling banyak diberitakan yaitu 54 berita dari 118
jumlah total berita. Dari kedua media harian tersebut, berita-berita yang
disajikan nyaris sama. Hanya penempatan berita headline
saja yang berbeda.
![]() |
| Massa yang tergabung dalam LSM Aliansi Banten (ABM) bersama Satuan Tugas Benteng Rakyat Banten (BRB) berunjuk rasa didepan kantor Kejati Banten. Sumber foto: Tb Moch Ibnu Rushd/Kabar Banten |
![]() |
| Pengendara mobil menghindari jalan yang mengalami pecah-pecah di jalan poros Desa Harumsari-Pasirhaur. Sumber foto: Harir/Baraya Post |
Sejauh ini, ketanggapan para
wartawan baik Kabar Banten maupun Baraya Post dalam sepekan ini masih terfokus
pada isu Good Governance. Terutama
untuk masalah kasus korupsi. Padahal jika merujuk kepada persoalan lokal yang
ada, isu Lingkungan Hidup jauh lebih penting untuk diberitakan. Seperti yang
terjadi di Desa Harumsari-Pasirhaur, Kabupaten Lebak. Meski jalannya sudah
rusak parah, namun warga sekitar tetap saja menggunakan jalur tersebut. Dengan
kondisi seperti itu, tentu saja potensi kecelakaan akan sangat besar terjadi.
Berdasarkan dari hasil pantauan selama satu minggu, korupsi sepertinya sudah menjadi bahasa sehari-hari bagi kalangan media. Hampir di setiap edisi, media lokal Banten menempatkan isu korupsi di halaman depan atau headline. Melihat bagaimana cara penyampaiannya media lokal Banten belumlah baik. Masih banyak kesalahan-kesalahan penulisan yang ditemui dalam pemberitaan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar